Krisis Masjid Al-Aqsa, Ini 7 Hal yang Perlu Kamu Ketahui!

Kabaarterkini – Konflik antara Israel dan Palestina adalah salah satu konflik terpanjang dan mematikan di sepanjang sejarah dunia. Konflik yang sudah berlangsung sejak pertengahan abad ke-20 ini masih terus berlanjut hingga kini dan titik penyelesaiannya pun masih tidak terlihat. Meski dunia internasional telah melakukan berbagai upaya untuk mencari resolusi konflik dan mendamaikan kedua belah pihak.

Namun proses diplomasi dan resolusi konflik tidak kunjung membuahkan hasil karena keengganan keduanya untuk mengakui satu sama lain sebagai entitas yang sama-sama memiliki kedaulatan. Sehingga dialog perdamaian pun terhambat dan jikapun tercapai kesepakatan, dengan sensitivitas yang sudah mengakar di antara keduanya, maka kesepakatan tersebut tidak bertahan lama.

Meski terus bergulir, namun konflik Palestina-Israel sempat tidak terdengar gaungnya selama beberapa waktu terakhir. Namun sejak pertengahan bulan Juli, dunia Internasional kembali dikagetkan dengan krisis antara Israel dan Palestina yang terjadi di kompleks Masjid Al-Aqsa. Sebenarnya apa yang terjadi di Kompleks Masjid Al-Aqsa? Mengapa terjadi keributan yang sedemikian rupa hingga para pemimpin negara turut bersuara? Berikut 7 update terkini tentang Krisis Masjid Al-Aqsa yang perlu kamu ketahui!

1. Krisis dimulai dengan kejadian penembakan di depan masjid Al-Aqsa

Awalnya, kondisi di sekitar Al-Aqsa memanas saat terjadi baku tembak di kompleks Masjid Al-Aqsa. Dilansir dari Al-Jazeera, tiga orang pemuda Palestina terlihat melepaskan tembakan di salah satu gerbang dalam kompleks Masjid Al-Aqsa. Melihat hal ini, dua polisi Israel yang sedang bertugas langsung berusaha menghentikan dan terlibat dalam aksi baku tembak dengan ketiga pemuda Palestina tersebut. Akhirnya, ketiga pemuda Palestina dan dua orang polisi Israel tewas dalam kejadian nahas tersebut.

2. Israel merespon kejadian nahas tersebut dengan menutup masjid Al-Aqsa selama 48 jam

Kejadian baku tembak tersebut mendapat respon keras dari pemerintah dan tentara Israel. Setelah kematian dua orang polisinya, Israel langsung menutup Masjid Al-Aqsa selama 48 jam. Penutupan ini jelas meresahkan warga Palestina yang sering melakukan berbagai kegiatan ibadah di Masjid Al-Aqsa. Penutupan ini juga diprotes karena selain melanggar hak beribadah warga muslim Palestina, penutupan ini juga mempertegas kekuasaan Israel atas wilayah Jerusalem Timur dan warga Palestina tidak terima.

Sedangkan penutupan Masjid Al-Aqsa ini terjadi di hari Jumat yang merupakan hari penting bagi umat muslim karena diadakannya ritual Salat Jumat. Penutupan Masjid Al-Aqsa membuat umat muslim Palestina tidak dapat melaksanakan Salat Jumat di sana. Protes pun dilangsungkan dengan melakukan ibadah Salat Jumat di depan kompleks Masjid Al-Aqsa. Namun Israel justru merespon dengan menangkap Imam utama Masjid Al-Aqsa, Muhammad Ahmad Hussein.

3. Tidak hanya itu, Israel juga memperketat keamanan di Masjid Al-Aqsa

Kebijakan pengamanann Israel tidak hanya berhenti di penutupan Masjid Al-Aqsa selama 48 jam, namun setelah dibuka kembali pun ternyata Israel telah memasang detektor metal di pintu Masjid bersejarah umat Islam ini. Tidak hanya itu, Israel juga memasang cctv di pintu Masjid Al-Aqsa guna memantau para pengunjung masjid. Menurut Pemerintah Israel, kebijakan ini diterapkan demi menjaga keamanan di sekitar Masjid Al-Aqsa. Namun bagi pemerintah dan warga Palestina, aksi Israel ini melecehkan masjid dan merupakan tantangan bagi kedaulatan Palestina atas wilayah timur Jerusalem. Konflik pun kembali memanas.

4. Palestina melakukan demonstrasi memprotes kebijakan yang diterapkan oleh Israel

Warga Palestina memprotes kebijakan Israel dengan melakukan demonstrasi dan menolak untuk memasuki Masjid Al-Aqsa melalui pintu dengan detektor metal tersebut. Ketegangan meningkat di sekitar Masjid Al-Aqsa. Menanggapi aksi demonstrasi warga Palestina, pihak kepolisian Israel justru melakukan tindakan represif dengan melepaskan tembakan dan memukuli para demonstran.

Selepas salah satu aksi demonstrasi yang diselenggarakan dengan melakukan ibadah salat Isya di luar Masjid Al-Aqsa, polisi-polisi Israel berusaha membubarkan Jemaah dengan paksa. Dalam bentrokan ini, Imam masjid Al-Aqsa, Sheikh Ikrima Sabri terluka karena tembakan peluru karet dan 50 jemaah lainnya pun juga mengalami luka-luka.

Puncak bentrokan antara Palestina dan Israel terjadi kala seorang warga Palestina membunuh tiga orang Israel di Tel Aviv dan mengatasnamakan pembelaan terhadap Masjid Al-Aqsa sebagai motivasinya dalam melakukan pembunuhan tersebut. Selain itu, sebuah roket juga meluncur ke Israel dari wilayah Gaza pada 23 Juli lalu. Untungnya, tidak ada korban jiwa dari serangan roket ini.

5. PBB dan dunia internasional mengecam dan meminta krisis Masjid Al-Aqsa segera dihentikan

Dunia Internasional mengecam tindakan Israel dan meminta Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu untuk segera menyelesaikan krisis terkait Masjid Al-Aqsa ini. Mulai dari Presiden Lebanon yang mengecam tindakan agresi Israel, hingga penyataan dari Gedung Putih Amerika Serikat yang menghimbau kepada Israel untuk mengembalikan perdamaian dan ketenangan di sana. Pernyataan protes dari negara-negara ini menambah tekanan pada Perdana Menteri Israel untuk menghentikan agresinya di Masjid Al-Aqsa dan membiarkan umat muslim Palestina untuk beribadah dalam damai.

6. Indonesia juga ikut mengecam aksi Israel dan menuntut pelepasan detektor metal di Masjid Al-Aqsa

Tidak ketinggalan, Indonesia selaku negara dengan jumlah populasi umat muslim yang besar, juga turut mengecam kebijakan pengamanan Israel atas Masjid Al-Aqsa. Pihak kementrian Luar Negeri Indonesia juga mengaku telah berkomunikasi dengan Jordania terkait penutupan Masjid Al-Aqsa. Presiden Indonesia Joko Widodo pun sudah menyampaikan kecamannya atas insiden penutupan Al-Aqsa pada hari Sabtu lalu saat beliau sedang berada di acara penanaman batu pertama pembangunan Museum Muhammadiyah di Bantul.

7. Israel kini setuju untuk melepas metal detector dari pintu Masjid Al-Aqsa

Selepas pertemuan Perdana Menteri Israel dengan kabinetnya, Israel memutuskan untuk melepas detektor metal. Hal ini dilakukan karena berdasarkan voting yang dilakukan dalam pertemuan tersebut, ternyata anggota kabinet Israel mayoritas setuju untuk melepas detektor metal tersebut demi meredam ketegangan antara Palestina dan Israel. Namun Pemerintah Palestina dan Petinggi Masjid Al-Aqsa menyatakan bahwa protes masih akan tetap berlanjut selama cctv yang dipasang oleh Israel di masjid tidak diturunkan.

Konflik antara Israel dan Palestina nampaknya masih akan terus bergolak dalam beberapa waktu kedepan. Kita sebagai masyarakat Indonesia tidak dapat berbuat banyak selain mendesak pemerintah Indonesia untuk melakukan tindakan tegas terkait krisis di Masjid Al-Aqsa ini dan mendoakan mereka yang terlibat konflik agar tetap diberi keselamatan dan konflik segera terselesaikan.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s