1. SVR (Sluzhba Vneshney Razvedki) – Rusia

https://kabaarterkini.wordpress.com

Rusia mempunyai tradisi spionase yang tangguh apabila melihat pada saat Uni Soviet yaitu KGB. Namun sahabat anehdidunia.blogspot.com setelah Uni Soviet runtuh, maka KGB terbagi 2 menjadi organisasi-organisasi yang lebih kecil dengan kekuatan yang terbatas. Setelah eks KGB Vladimir Putin mengambil alih kekuasaan, SVR mulai muncul dan seakan-akan mengembalikan kekuatan spionase yang dulu sempat berjaya sewaktu masih bernama KGB. http://anehdidunia.blogspot.com

Tingkatan spionase Rusia pun kembali kepada tingkatan sewaktu perang dingin dulu. SVR diduga mempunyai peran dalam pembunuhan eks agen Alexander Litvinenko di london 2007. Namun Putin menolak dugaan tersebut dan malah memuji SVR sebagai salah satu organisasi paling profesional dan organisasi dengan kegunaan yang efektif.

Pada kenyataannya, para agen intelejen merupakan salah satu kelompok politik terkuat yang dimiliki Putin di Rusia dan banyak dari eks KGB yang menempati posisi kunci di pemerintahan.

2. The Mossad – Israel

https://kabaarterkini.wordpress.com

The Mossad memiliki tugas utama yaitu melawan teroris Islam dan mengevakuasi pengungsi Yahudi. The Mossad, apabila diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris, maka memiliki arti “The Institute”. The Mossad telah memiliki reputasi mengenai kehebatan skill mereka yang luar biasa dan keagresifan dalam memerangi lawannya.

Beberapa hal yang pernah dilakukan oleh Mossad yang membuat dunia geger antara lain menculik salah satu pemimpin nazi Adolf Eichmann dari Argentina tahun 1960, pembunuhan terhadap perancang pembunuhan atlit Israel di munich tahun 1972, dan pembunuhan terhadap senior Hamas dengan menggunakan explosive handphone tahun 1996. http://anehdidunia.blogspot.com

Mossad juga aktif mengevakuasi kaum Yahudi yang ingin berimigrasi ke Israel. Pada tahun 1990, Mossad membuat transparansi organisasi dengan mengumumkan nama director, namun saat di bawah Ariel Sharon, Mossad kembali menjadi organisasi dengan operasi yang rahasia.

3. Ministry of State Security (MSS) – China

https://kabaarterkini.wordpress.com

MSS memiliki struktur yang hampir sama dengan KGB pada saat Uni Soviet dulu. MSS bekerja di area spionase industri, analisis data, dan keamanan luar negeri. Dipercaya oleh banyak pengamat bahwa spionase China mengarah ke Amerika serikat khususnya di bidang teknologi kemiliteran dan teknologi tinggi di bidang industri.

Berbeda dengan spionase barat yang lebih banyak ditugaskan untuk mendapatkan suatu rahasia secara utuh, spionase China ditugaskan untuk mendapatkan nomor yang merupakan suatu bagian kecil dari rahasia yang lalu pada akhirnya, bagian-bagian kecil itu dikumpulkan menjadi 1 keseluruhan. yang luar biasanya, banyak sumber yang rahasianya dikuras habis oleh MSS tidak mengetahui kalau mereka telah menyerahkan rahasia mereka kepada MSS dan dengan banyaknya diplomat china, murit, serta pebisnis china yang ke barat setiap tahunnya membuat MSS semakin sulit dideteksi. sahabat anehdidunia.blogspot.com pada september 2007, Amerika mengumumkan bahwa database dari departemen pertahanan mereka telah dihack oleh China. Inggris dan Jerman pun mengumumkan hal yang serupa.

4. Secret Intelligence Service (M16) – Inggris

https://kabaarterkini.wordpress.com

Setelah terror 9/11, 1600 agen bekerja untuk melawan terorisme. Sejak saat itu telah terjadi perekrutan agen secara kilat untuk menambah jumlah agen yang ada. Ini jelas sekali berbeda jauh dengan cara perekrutan SIS pada zaman perang dingin dahulu yang mana perekrutan diadakan secara rahasia dan hanya mengambil lulusan-lulusan terbaik dari Oxford atau Cambridge yang mempunyai potensi untuk bekerja di intelejen.

Menurut media Inggris, M16 bekerjasama dengan CIA dalam memburu teroris-teroris yang menjadi target pencarian dan M16 juga diduga mencoba mempengaruhi kekuasaan politik dalam negeri Rusia. Namun banyak pengamat yang mengatakan, M16 bukan merupakan organisasi spionase yang hebat seperti dulu.

5. Central Intelligence Angency (CIA) – USA

https://kabaarterkini.wordpress.com

Central Intelligence Agency (CIA, bahasa Indonesia: Badan Intelijen Pusat) adalah salah satu badan intelijen pemerintah federal Amerika Serikat. Sebagai lembaga eksekutif, CIA berada di bawah Director of National Intelligence.

CIA memiliki tiga aktivitas utama, yaitu mengumpulkan informasi seputar pemerintah asing, perusahaan, dan individu; menganalisis informasi tersebut beserta hasil intelijen dari badan intelijen A.S. lainnya untuk menghasilkan penilaian intelijen keamanan nasional yang diajukan kepada para pembuat kebijakan senior Amerika Serikat; dan melaksanakan atau mengawasi aktivitas tertutup dan beberapa operasi taktis oleh karyawannya sendiri, anggota militer A.S., atau rekan lainnya atas permintaan Presiden Amerika Serikat. Misalnya, CIA bisa memiliki pengaruh politik luar negeri melalui divisi-divisi taktisnya seperti Special Activities Division.

Markas CIA terletak di Langley, Virginia, beberapa mil di sebelah barat Washington, D.C. Karyawan-karyawannya bekerja di kedutaan A.S. dan sejumlah lokasi lain di seluruh duia.

CIA menggantikan Office of Strategic Services (OSS) yang dibentuk pada Perang Dunia II untuk mengoordinasikan aktivitas spionase rahasia Angkatan Bersenjata Amerika Serikat melawan kekuatan Poros. National Security Act of 1947 meresmikan keberadaan CIA dan “menghapus fungsi polisi atau penegakan hukum di dalam maupun luar negeri”.

Banyak kritik yang ditujukan kepada CIA terkait kegagalan keamanan dan kontraintelijennya, kegagalan analisis intelijen, masalah hak asasi manusia, investigasi luar negeri dan pengungkapan dokumen, memengaruhi opini publik dan penegak hukum, penyelundupan obat-obatan terlarang, dan berbohong kepada Kongres. Pihak lainnya, seperti pembelot blok Timur Ion Mihai Pacepa, mengakui CIA sebagai “organisasi intelijen terbaik di dunia sejauh ini,” dan berpendapat bahwa aktivitas-aktivitas CIA dilaksanakan dengan sangat cermat dan belum pernah terpikirikan oleh badan-badan intelijen lainnya di seluruh dunia

Advertisements