Fakta dan Mitos Seputar Donor Darah

Kabaarterkini – Donor darah bukan hal aneh lagi ya, guys. Sayangnya, ‘budaya’ donor darah belum semarak. Mungkin hal ini disebabkan orang bingung antara kabar benar dan tidak dari donor darah.

Dilansir Kabaarterkini dari laman THE TIMES OF INDIA, Sabtu (11/7) Rani Prem Kumar, seorang dokter dan konsultan kesehatan dari Blood Bank di Moolchand Medcity, New Delhi, India, menerangkan beberapa Fakta dan Mitos Seputar Donor Darah yang wajib kamu tahu.

Mitos: mendonorkan darah bikin lemah.
Fakta: Donor darah tidak membuat kamu lemah. Kebenarannya adalah bahwa butuh satu atau dua hari untuk mengisi volume cairan dalam tubuh dan tiga bulan untuk regenerasi sel darah merah untuk menyumbangkan lebih banyak darah.

Mitos: Disarankan untuk mengambil istirahat total selama sehari setelah donor darah.
Fakta: Orang tetap bisa melanjutkan kegiatan rutin sehari-hari setelah menyumbangkan darah, tapi harus memperhatikan hal berikut:
– Minum setidaknya 10-12 gelas air, termasuk jus, dalam waktu 24 jam setelah donor darah
– Hindari paparan sinar matahari
– Hindari mengemudi selama 2-3 jam berikutnya
– Hindari merokok selama 4 jam berikutnya
– Hindari alkohol untuk 24 jam berikutnya

Mitos: Donor darah memiliki prosedur menyakitkan.
Fakta: Menyumbangkan darah tidak menyakitkan sama sekali. Satu-satunya sensasi adalah seperti digigit semut kala jarum suntik menembus kulit tangan.

Mitos: Kalau terlalu sering donor darah justru bikin tubuh lemah.
Fakta: Orang yang sehat bisa mendonorkan darah empat kali setahun dengan jarak minimum tiga bulan setiap donor darah.

Mitos: Donor darah bikin stres dengan ditandai sakit kepala dan muntah.
Fakta: Donor darah tidak akan menyebabkan pusing dan muntah, jikalau tekanan darah sebelum mendonor dalam batas normal.

Mitos: Sering donor darah bikin imunitas tubuh rendah.
Fakta: Donor darah sama sekali tidak mempengaruhi tingkat kekebalan tubuh.

Mitos: Sering donor darah bikin tekanan darah dan kadar gula darah fluktuatif.
Fakta: Selama tekanan darah dan gula darah normal kala pemeriksaan sebelum donor darah, maka donor darah tidak akan mempengaruhi dua kondisi itu. Tapi begitu, orang yang menderita diabetes dengan ketergantungan insulin tidak bisa mendonorkan darahnya.

Mitos: Sering donor darah bikin zat besi berkurang.
Fakta: Seseorang yang sehat dengan kebiasaan makan yang baik dapat mendonorkan darahnya empat kali dalam setahun dengan jarak minimal tiga bulan. Dan hal ini tidak akan mengurangi jumlah zat besi dalam tubuh.

Mitos: Donor darah membutuhkan banyak waktu.
Fakta: Hanya dibutuhkan sekitar 30 menit dari proses pendaftaran sampai pengambilan darah. Kecuali kalau kamu antre ya, guys.

Mitos: Terlalu tua untuk donor darah.
Fakta: Batas usia donor darah adalah 18-60 tahun. Di Indonesia sendiri batas usianya 17-60 tahun, tak jauh berbeda.

Mitos: Sering donor darah di rumah sakit bikin terinfeksi.
Fakta: Tidak akan terjadi hal seperti itu karena setiap jarum yang digunakan untuk mengambil darah itu baru dan steril.

Mitos: Donor darah bikin obesitas
Fakta: Donor darah tidak akan mempengaruhi berat badan kamu. Namun memang, beberapa orang yang usai mendonorkan darah, memiliki nafsu makan lebih banyak. Tapi yang bikin gemuk adalah makanan yang tidak sehat dalam porsi berlebihan dan jarang berolahraga.

Selain mitos dan fakta di atas, ada beberapa kebenaran yang perlu kamu perhatikan terkait donor darah, antara lain:
– Kala berpuasa, kamu tidak disarankan donor darah. Jadi, kalau tetap mau donor darah, pilih waktu setelah berbuka. Setidaknya, kamu harus makan dengan baik empat jam sebelum menyumbangkan darah.

– Orang diabetes tidak bisa mendonorkan darahnya, seperti tersebut di atas. Pun mereka yang menderita penyakit, yang menurut kalangan medis, dilarang mendonorkan darahnya.

– Wanita hamil tidak disarankan mendonorkan darahnya. Kasihan dedek bayinya, ya, guys. Bayi membutuhkan banyak asupan nutrisi dari ibunya, bukan? Terutama zat besi yang terkandung dalam darah.

– Kamu tidak bisa donor darah kalau habis minum obat, seperti aspirin, antibiotik, anti-hipertensi, steroid, hormon, dan antikoagulan.

– Ibu menyusui juga diimbau jangan donor darah, selama paling sedikit enam minggu setelah melahirkan karena donor darah bisa mempengaruhi tingkat cairan dalam tubuh, juga mempengaruhi pasokan susu.

– Kamu juga dilarang minum alkohol sehari sebelumnya kalau ingin donor darah.

– Kalau kamu perokok, kamu tetap bisa mendonorkan darah, asal jangan satu jam sebelum dan sesudah donasi.

Nah, biar kamu bisa rutin donor darah, kamu harus memperhatikan hal berikut:
– Diet sehat dan seimbang, yaitu asupan buah dan sayuran segar dan kaya vitamin
– Olahraga teratur
– Bergaya hidup sehat

Selamat donor darah, guys!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s