Bicara soal Morotai, pasti yang terbesit di kepalamu adalah keindahan pesona alam bawah lautnya yang menawan. Pulau kecil di Provinsi Maluku Utara ini memang memiliki keindahan yang luar biasa.

Jika berkunjung ke Morotai, kamu tidak hanya disuguhi keindahan alam saja lho, tapi juga bisa belajar sejarah di sana. Dilansir brilio.net dari laman Facebook Kementerian Pariwisata, salah satu museum sejarah di Morotai yakni Museum Morotai Perang Dunia II namanya sudah mendunia. Museum itu baru saja punya koleksi tambahan yang diberikan langsung pemerintah Amerika Serikat (AS).

Morotai
Morotai

“Pada 7 November 2016 sudah diterima kiriman foto dari AS terkait Jenderal Douglas MacArthur sebanyak 56 lembar. Dokumen, gambar dan semua pernak pernik terkait Perang Dunia II itu, akan disimpan di Museum Morotai, yang diharapkan menjadi salah satu unggulan wisata Morotai,” ujar Ketua Pokja Tim Percepatan 10 Top Destinasi Kementerian Pariwisata (Kemenpar), Hiramsyah Sambudhy Thaib.

Selama ini, atraksi di Morotai adalah nature yang berbasis pada wisata bahari. Ada coastal zone dengan pantai pasir putih yang keren. Ada sea zone, pulau bagi yachters. Ada underwater, bagi yang suka keindahan bawah laut, baik snorkeling maupun diving.

Morotai
Morotai

“Koleksi MacArthur itu memperkuat posisi Morotai dengan cerita sejarah dan foto-foto yang memberi arti penting saat berwisata ke sana. Tidak hanya mendapatkan keindahan alam, tetapi juga pengetahuan,” kata Hiramsyah yang tak lain mantan Ketua Asosiasi Kawasan Pariwisata Indonesia (AKPI) itu.

Indonesia memiliki hubungan kuat dengan Perang Dunia II, tepatnya di Pulau Morotai. Info nih, Sobat Brilio, Morotai pernah digunakan sebagai pangkalan perang pasukan Amerika Serikat pada masa Perang Dunia II (1939 – 1945).

Morotai
Morotai

Bukti-bukti tersebut membuat pemerintah berupaya mengabadikannya sebagai cagar budaya Indonesia dan menjadi potensi pariwisata Indonesia. Museum Perang Dunia II diisi replika alat-alat perang yang pernah digunakan pasukan Amerika yang sebagian sudah karam di perairan Morotai. Timbunan armada perang yang telah ditemukan pun akan dipamerkan di museum ini.

“Ada tank, kapal perang, dan semua komponen perang. Juga ada storyline perjalanan Perang Dunia II, Morotai dipakai sebagai basecamp Amerika di Morotai oleh Jendral Douglas MacArthur, ini sangat menarik sekali bagi wisatawan,” jelas Hiramsyah.

Morotai
Morotai

Menurut dia, Morotai punya peran penting dalam sejarah Perang Dunia II. Di sana terdapat tujuh landasan pesawat, Pitu Street, sebagai saksi sejarah yang digunakan Amerika Serikat untuk pendaratan pesawat tempur. Ini sejarah yang sangat menarik.

Data yang dihimpun dari berbagai sumber, sejarah itu bermula pada September 1944, ketika Jenderal Douglas MacArthur membawa ratusan pesawat Sekutu ke Morotai. MacArthur memilih pulau itu karena posisinya sangat dekat dengan Filipina dan berada di sisi Samudera Pasifik. Dalam waktu tiga bulan Morotai menjadi pulau militer.

Morotai
Morotai

Sebagai pusat konsolidasi pasukan Divisi VII Angkatan Perang Amerika Serikat yang tengah menaklukkan Jepang, MacArthur memboyong 3.000 pesawat tempur sekutu, terdiri dari pesawat angkut, pengebom, dan 63 batalion tempur ke Morotai.

Hasilnya, Amerika dan Sekutu berhasil melumpuhkan Jepang melalui Filipina. Peninggalan Perang Dunia II tidak hanya landasan pacu. Di Pulau Zum Zum, yang berdekatan dengan Morotai, terdapat bunker tentara Amerika Serikat. Dulu bunker ini menjadi tempat persembunyian senjata dan tentara Amerika. Sedangkan di antara hutan mangrove terdapat gua tempat tentara Jepang bertahan.

Kalau sempat menyelam di sekitar Pulau Zum Zum, kamu bisa melihat bangkai kapal selam milik tentara Jepang. Tapi jika tak bisa menyelam, kamu bisa datang ke Desa Mata Air yang letaknya tak jauh dari Pitu Street. Di mata air itu biasanya MacArthur mandi untuk membersihkan dirinya. Begitulah sejarah Perang Dunia II dilihat dari Pulau Morotai. Pulau kecil yang penuh cerita perang.

Morotai
Morotai

 

Advertisements