Penduduk pribumi pertama kali ditemukan oleh Marco Polo di pulau-pulau Andaman pada abad ke-13. Marco Polo menulis: “mereka adalah generasi yang paling kejam, dan memakan tiap orang yang bukan dari sukunya sendiri.” Para antropolog percaya bahwa kehidupan suku tidak sesederhana itu. Tapi hal tersebut adalah benar bahwa suku yang belum pernah diketahui keberadaannya tetap akan menjadi diri mereka sendiri meski pun banyak budaya asing yang masuk.

Diperkirakan bahwa terdapat sekitar 100  suku asing yang masih hidup di sebagian besar lokasi terpencil di dunia. Dan ya, beberapa dari mereka benar-benar masih menjalankan kehidupan tanpa gangguan, bahkan bentuk-bentuk ritual kanibalisme pun masih dilakukan. Beberapa suku, yang telah didokumentasikan selama bertahun-tahun, tampaknya merasa terancam oleh siapa pun yang ada di luar kelompok mereka, dan akan menyerang jika ada orang datang mendekat. Dengan cara ini, suku-suku ini telah berhasil mempertahankan cara hidup mereka selama bertahun-tahun. Nah, suku apa saja? Berikut adalah  suku-suku yang paling terisolasi di bumi dan masih berbahaya.

  • Suku New Guinea

suku-paling-berbahaya-suku-new-guinea

Pada bulan November tahun 1961, ketika Michael Rockefeller terdamar di pantai New Guinea, ia tak menyangka akan mengalami masalah dengan penduduk pribumi. Rockefeller telah bertemu suku Asmat sekali sebelumnya, selama misi mengumpulkan artefak dengan teman antropolognya, Rene Wassing.

Rockefeller disambut oleh 50 pribumi yang membuatnya tak bisa berkutik ketika ia harus disiksa dan dipenggal. Penduduk asli kemudian melanjutkan untuk membantainya, memanggang dan makan bagian tubuhnya dalam bentuk ritual suci kanibalisme. Pembunuhan tersebut dilaporkan menjadi bentuk balas dendam yang diprakarsai oleh pemimpin suku, yang menyaksikan lima anggota keluarganya sendiri dibunuh oleh orang Belanda yang mengawasi koloni beberapa tahun sebelumnya.

Sampai hari ini, bentuk ritual kanibalisme memang terus dilakukan antara suku-suku dari beberapa daerah di New Guinea. Pedesaan di New Guinea masih kurang dieksplorasi, karena medan serta jalannya belum dipetakan. Selain itu tidak ada yang berani untuk menjelajahi daerah tersebut karena para penduduknya yang sangat terkenal akan ritual kanibalisme-nya.

Pada tahun 2006, wartawan Australia bernama Paulus Raffaele bertemu dengan anggota satu suku tersebut dalam upaya untuk mencari tahu mengapa praktik makan daging manusia masih bertahan di sana. Ia hampir dibunuh oleh anggota suku yang merasa terganggu, kemudian ia dipaksa untuk memakan daging manusia agar mendapatkan kepercayaan dari suku tersebut. Pemimpin suku dari suku Letin, yang belum pernah bertemu orang luar sebelumnya, menjelaskan bahwa mereka hanya akan membunuh dan memakan orang lain dalam suku jika mereka tiba-tiba sakit secara misterius. Ini adalah keyakinan mereka bahwa orang sakit yang tanpa diketahui sebabnya tengah dikuasai roh jahat.

  • Suku Surma

suku-paling-berbahaya-suku-surma

Foto-foto suku Surma yang mengenakan semacam cincin besar di bibirnya sebenarnya telah beredar selama bertahun-tahun; selain foto, suku yang terisolasi di Ethiopia ini telah menghindari dunia luar selama berabad-abad, dan masih hidup dengan membangun beberapa peternakan di daerah teritorinya.

Pada tahun 1980, ketika seorang dokter Rusia mencoba menghubungi suku Surma, para anggota suku justru malah melarikan diri dari desa karena berpikir dokter tersebut adalah mayat berjalan; sebelumnya mereka tidak pernah bertemu dengan orang berwarna kulit pucat. Orang-orang Surma mengaku bahwa mereka tengah berupaya menyelamatkan sukunya dari kepunahan; saat ini terdapat 2.500 orang Surma tinggal di selatan sampai barat Ethiopia. Suku Surma terus hidup terisolasi dari peradaban modern, dan kabarnya mereka mengadopsi penggunaan senapan Kalashnikov (AK-47) sebagai sarana untuk melindungi ternak dan tanah mereka dari perampok di dekat Uganda.

  • Suku Mashco-Piro

suku-paling-berbahaya-suku-mashco-piro

Suku Mashco-Piro adalah salah satu suku yang hidup di Peru. Sebagian besar wilayah mereka semakin hancur karena maraknya penembangan liar yang akan difungsikan untuk industri gas dan minyak. Pada Desember lalu, suku ini menjadi berita utama di seluruh dunia karena menyerang sebuah desa selama beberapa kali karena putus asa tak menemukan makanan.

Pada tahun 2010, Mashco-Piro membunuh Nicolas Flores, yang telah berusaha untuk melakukan kontak resmi dengan India selama beberapa dekade. Selain itu, ada laporan penembakan panah kepada wisatawan karena mereka melewati wilayahnya menggunakan perahu, dan menembakkan panah peringatan di Park Ranger pada tahun 2012.

“Survival International”, sebuah organisasi yang memperjuangkan hak-hak masyarakat adat, menyalahkan pembalakan liar, serta proyek-proyek minyak dan gas di wilayah tersebut, yang membuat suku Mascho-Piro sulit menemukan makanan. Pemerintah Peru melarang kontak langsung dengan suku Mashco-Piro karena khawatir bahwa sistem kekebalan tubuh mereka rentan terhadap penyakit dari dunia modern.

  • Suku Sentinelese

suku-paling-berbahaya-suku-sentinelese

Pada tahun 2006, ketika dua nelayan mabuk dan terlalu dekat menepikan perahunya ke pulau yang diduduki oleh Suku Sentinelese, meraka langsung dibunuh oleh penduduk setempat. Orang-orang Sentinelese dari Kepulauan Andaman sebagian besar dianggap sebagai peradaban yang paling terisolasi di bumi saat ini dan sangat berbahaya.

Kontak pertama dengan orang luar terjadi pada tahun 1857 dan berakhir tragis. Kontak terbaru terjadi antara tahun 80 sampai 90-an dan banyak penduduk asli tewas dalam pertempuran dengan tim penyelamat bersenjata yang mengunjungi pulau tersebut untuk mencari bagian dari kapal yang karam. Suku ini telah bertahan di sebuah pulau kecil dan jauh dari jangkauan dunia modern hampir 60.000 tahun yang lalu.

Pada tahun 2004, Pulau Sentinelese porak-poranda diterjang badai tsunami yang melanda wilayah sekitarnya. Dan bagaimana orang-orang Sentinelese bisa selamat dari bencana tersebut adalah sebuah misteri yang hingga kini belum terpecahkan. Beberapa hari setelah badai tsunami, sebuah helikopter terbang di atas pulau untuk memeriksa suku Sentinelese, helikopter tersebut langsung dihujani anak panah dan batu-batu. Pemerintah India sendiri membiarkan suku Sentinelese untuk melanjutkan hidup mereka tanpa ada gangguan dari luar.

  • Suku Pintupi Aborigin

suku-paling-berbahaya-suku-pintupi

Suku kuno Pintupi ditemukan secara tidak sengaja pada tahun 1984 ketika mereka menemukan sebuah pemukiman di Australia. Keluarga ini terisolasi ketika Inggris menyatukan mereka di pemukiman yang lebih aman selama masa pengujian rudal di wilayah itu.

Dengan demikian mereka terpisah dari kerabat dan klan mereka. Suku ini selalu lari ketakutan bila bertemu orang asing karena tidak pernah melihat orang di luar kelompok mereka sebelumnya. Seorang antropolog berhasil melacak keluarga dari sembilan keturunan ini dan memberitahu mereka bahwa hidup di dunia luar bisa membuat mereka hidup lebih mudah. Akhirnya anggota kelompok pun hidup di kota modern, beberapa diantaranya memilih bekerja sebagai seniman tradisional. Tapi satu anggota bernama Payirti memutuskan untuk mempertahankan hidup dengan cara yang sudah ia lakukan selama bertahun-tahu di Gibson Desert.

  • Suku Amazon Brazil

suku-paling-berbahaya-suku-amazon

Pemerintah Brazil secara rutin mengirimkan pesawat di atas hutan Amazon untuk memotret dan menghitung jumlah suku yang hidup di sana, Salah satu fotografer sempat mendapat serangan dari suku Amazon ketika pesawat terbang rendah.

Dilaporkan bahwa ada puluhan suku yang tinggal di bagian paling terpencil hutan hujan Brasil. Baru-baru ini, penampakan suku menjadi lebih sering. Tahun lalu, satu suku muncul dari hutan selama berminggu-minggu, mencuri makanan, kapak, dan parang dari sebuah desa Brasil dekat perbatasan Peru, dilaporkan suku ini menakutkan para wanita dan anak-anak dengan membuat suara seperti monyet.

Suku tersebut akhirnya membuat kontak damai dengan orang-orang di desa tersebut. Suku ini diduga berasal dari Peru, dan melakukan tindakan itu karena takut akan kelangsungan hidup sukunya. Mereka menggambarkan bagaimana anggota suku mereka telah dibantai, dan rumah-rumah mereka dibakar oleh penebang liar dan pedagang kokain di Peru.

Fiona Watson dari Survival International, sebuah kelompok membela hak-hak suku, mengatakan, “Mereka tahu jauh lebih banyak tentang dunia luar daripada kebanyakan orang pikir. Mereka adalah para ahli yang tinggal di hutan dan sangat menyadari kehadiran orang luar.” Meskipun mereka mungkin tidak ingin melakukan kontak dengan orang-orang luar sebelumnya, perdagangan ilegal telah memaksa mereka untuk beradaptasi.

  • Suku Ruc Vietnam

suku-paling-berbahaya-suku-ruc-vietnam

Selama perang Vietnam, bagian dari hutan mengalami pemboman brutal. Tentara Vietnam dilaporkan kaget saat melihat suku Ruc yang belum pernah kontak dari dunia modern. Penjaga perbatasan mendekati suku selama berbulan-bulan, mereka mengatakan suku misterius ini selalu telanjang dan pemalu, dan tinggal di gua-gua gunung. Bahkan mereka mampu memanjat pohon dan tebing seperti simpanse. Para penjaga akhirnya meyakinkan suku Ruc untuk meninggalkan gua mereka dan bergabung dengan pemukiman terdekat.

Lebih dari lima puluh tahun suku Ruc mencoba untuk beradaptasi dengan masyarakat sekitar, namun cara primitif mereka tidak berubah, dan terus menggunakan cara hidup mereka yang misterius.  Mereka dilaporkan juga sering melangsungkan upacara sihir; agar tidak diserang oleh binatang liar, dan mantra mereka dikenal dengan nama “air cut”. Suku ini dianggap menjadi salah satu suku paling misterius yang tinggal di bumi.

  • The Man of Hole

suku-paling-berbahaya-suku-lone-man

Dari puluhan suku terasing yang diperkirakan hidup di hutan hujan Amazon, terdapat satu klan yang hanya dihuni oleh satu orang saja. Ia sering disebut ” the loneliest man in the world (pria kesepian di dunia),” oleh beberapa media mainstream. Suku ini telah didatangi oleh beberapa orang, dan setiap kali didatangi dengan cepat ia melarikan diri. Suku ini bahkan pernah memukul seorang pria dari Departemen Urusan India Brasil karena terlalu dekat denganya. Para ilmuwan percaya bahwa manusia ini adalah anggota terakhir dari suku tertentu Amazon di Brazil dan diduga telah bertahan selama puluhan tahun di hutan hujan Amazon.

Nah, itulah suku-suku paling terisolasi di bumi dan sampai detik ini masih berbahaya. Meskipun diantaranya sudah bisa hidup dan berbaur dengan dunia modern, namun sifat dasar mereka mungkin akan muncul kembali jika mereka merasa terancam. Mana suku yang menurutmu harus di-film-kan? Hihihi…

 

Advertisements